Makanan Untuk Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Tidak cukup hanya dengan minum obat, penderita PPOK juga perlu menjaga asupan makanan. Ada beberapa pantangan makanan untuk penderita penyakit paru obstruktif kronis yang sebaiknya tidak dikonsumsi dulu.

Hal ini karena, ketika Anda tetap mengonsumsinya, dikhawatirkan justru membuat gejala yang sudah ada semakin memburuk.

Makanan Untuk Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Bagi Anda yang belum tahu apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi penderita PPOK tersebut tidak perlu khawatir. Karena di sini, kami telah merangkumnya untuk Anda.

Makanan Untuk Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Menjaga pola makanan dan memperhatikan apa saja makanan yang akan Anda konsumsi dapat memberikan banyak keuntungan dalam proses pengobatan PPOK yang Anda alami.

Pasalnya, tidak semua jenis makanan baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit paru obstruktif kronis. Karena, beberapa diantaranya dapat menicu Anda mengalami kondisi yang lebih buruk.

Nah, beberapa makanan yang perlu Anda singkirkan dari menu makanan Anda tersebut meliputi:

  • Produk susu dan olahannya

Kandungan dalam susu memang bagus untuk pertumbuhan tulang dan kesehatan lainnya, tapi tidak bagi penderita PPOK.

Mengonsumsi susu dan juga produk olahannya, seperti keju, yoghurt, es krim, atau mentega dan buttermilk ketika Anda mengalami gangguan paru-paru dapat meningkatkan produksi lendir.

Peningkatan produksi lendir akan membuat dahak semakin kental, dan tentu saja kondisi tersebut dapat memicu Anda kesulitan bernapas dan mengalami batuk.

  • Makanan tinggi garam

Pantangan makanan penyakit obstruktif kronis atau PPOK selanjutnya adalah makanan dengan kandungan garam yang tinggi.

Garam dan makanan asin lainnya dikatakan dapat membuat beberapa bagian tubuh Anda menahan air. Nah, cairan pada paru-paru dapat memberikan tekanan lebih kuat yang akan membuat Anda sulit untuk bernapas.

  • Aneka gorengan

Bukan hanya bakwan, aneka makanan yang digoreng lainnya perlu Anda jauhi sampai penyakit PPOK Anda membaik. Perlu Anda tahu, makanan berminyak juga dapat memicu perut kembung.

Ketika lambung menggembung, tekanan pada diafragma juga ikut meningkat. Dan, kondisi tersebut tentu saja dampaknya tidak baik bagi Anda penderita penyakit paru obstruktif kronis.

  • Udang

Ketika Anda memakan udang dan terjadi reaksi pada sistem pernapasan Anda, sebaiknya tidak Anda konsumsi lagi. Pasalnya, udang memiliki kandungan sulfit atau sulfat yang akan membuat bronkus penderita PPOK menyempit.

Selain udang, kentang juga termasuk makanan yang mengandung sulfat dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit paru obstruktif kronis seperti Anda.

  • Daging olahan

Selain mengandung bahan pengawet, daging olahan seperti bacon, ham, atau sosis ini mengandung nitrat.

Studi dari European Respiratory Journal mengatakan bahwa nitrat dapat memperburuk gejala PPOK yang sebelumnya Anda alami dan memicu flare-up (episode di mana gejala menjadi lebih buruk).

  • Beberapa sayuran

Sayuran memang bagus untuk dikonsumsi setiap hari karena kandungan nutrisi didalamnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi penderita penyakit paru obstruktif kronis.

Tidak semua sayuran, kok. Hanya beberapa saja seperti brokoli, brussel sprout, kembang kol, lobak, dan bok choy yang sebaiknya tidak ada dalam menu makanan Anda.

Pantangan Makanan PPOK Lainnya

Selain beberapa jenis makanan di atas, Anda penderita gangguan paru PPOK juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan maupun minuman seperti di bawah ini:

  • Alkohol
  • Soda dan minuman berkarbonasi lainnya
  • Kafein, seperti kopi, cokelat, dan lainnya
  • Terasi merah
  • Acar
  • Kacang-kacangan
  • Beberapa buah, seperti anggur, durian, dan melon
  • Makanan pedas

Di samping menjaga asupan makanan, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lainya, seperti:

  1. Menghindari asap rokok dan asap polusi lainnya. Anda bisa menggunakan masker saat keluar rumah untuk mensiasatinya
  2. Jika Anda perokok, hentikan kebiasaan Anda untuk merokok. Saat mulut Anda terasa asam, Anda bisa menggantinya dengan alternatif lain, seperti minum jus buah salah satunya
  3. Menjaga kebersihan
  4. Menjaga agar tidak stres
  5. Istirahat dengan cukup
  6. Tetap olahraga meskipun yang ringan, seperti jalan kaki misalnya.

Semoga, dengan Anda tahu makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit paru obstruktif kronis di atas dapat membantu Anda mendapatkan hasil yang maksimal dari pengobatan yang sedang Anda jalani.

Makanan Untuk Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)


 

REKOMENDASI PENGOBATAN

GAMAT EMAS KAPSUL (WG-EK) SOLUSI YANG TEPAT UNTUK MENGATASI PPOK DAN GANGGUAN PARU-PARU LAINNYA SAMPAI TUNTAS DENGAN KEMAMPUAN PENGOBATAN 3 KALI LEBIH CEPAT

Solusi Mengatasi PPOK

Tanda dan Gejala Awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Perlu Anda tahu, tidak semua tanda dan gejala awal penyakit paru obstruktif kronis disadari kehadirannya oleh penderita.

Gejala yang muncul seringkali dibiarkan begitu saja karena dianggap sebagai gangguan biasa. Salah satunya adalah batuk berdahak.

Gejala Awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Photo : Daily Express / COPD symptoms

Untuk membedakan batuk berdahak biasa dengan akibat adanya gangguan pada paru-paru, seperti PPOK ini, adalah dari warna dahak sampai dengan lama batuk yang Anda alami.

Batuk berdahak karena penyakit paru obstruktif kronis ini biasanya berlangsung lebih lama, setidaknya tiga bulan setahun selama dua tahun berturut-turut.

Warna dahak bisa saja jernih, kuning, putih, atau kehijauan. Pada kondisi yang lebih parah, dahak bisa saja bercampur dengan darah.

Nah, selain batuk berdahak yang berlangsung lama, masih ada kondisi lain yang juga perlu Anda waspadai kehadirannya sebagai pertanda dari penyakit PPOK ini.

Tanda dan Gejala Awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Tanda dan gejala lain dari PPOK ini meliputi:

  • Sering kehabisan napas atau napas pendek, terlebih saat melakukan aktivitas fisik
  • Mudah merasa lelah dan tubuh lemas, seperti orang yang kehabisan energi
  • Sesak napas
  • Dada terasa nyeri
  • Napas berbunyi (mengik)
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Kuku jari dan bibir kebiruan

Ketika penyakit paru obstruktif kronis mulai memasuki stadium selanjutnya, beberapa gejala lain juga mungkin muncul, seperti:

  • Lebih sering terkena pilek
  • Lebih mudah merasa kelelahan
  • Pembengkakan pada kaki dan atau pergelangan kaki
  • Desah saat Anda berolahraga
  • Mengalami gangguan tidur

Ketika Anda merasakan gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumnah sakit atau dokter Anda.

Dengan demikian, penyakit paru obstruktif kronis yang Anda alami bisa segera mendapatkan penanganan guna mencegah kondisi yang lebih parah.

Tips Untuk Mencegah PPOK Anda Semakin Memburuk

Agar penyakit paru obstruktif kronis yang Anda miliki tidak semakin memburuk, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan disamping mengonsumsi obat yang diresepkan secara rutin dan teratur.

Beberapa hal untuk mencegah kekambuhan penykit paru obstruktif kronis atau PPOK ini meliputi:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama memperbanyak asupan buah dan sayur
  2. Selalu memperhatikan kebersihan makanan yang akan Anda konsumsi dengan cara mencucinya terlebih dahulu
  3. Pun dengan kebersihan badan dan tempat tinggal Anda
  4. Selalu gunakan masker dan penutup mulut serta hidung lainnya untuk meminimalisir terhirupnya asap polusi ketika Anda berada di luar ruangan
  5. Tidak merokok dan menjauhi asap rokok
  6. Istirahat dengan cukup
  7. Mengelola stres

Solusi Pengobatan PPOK

SEMOGA LEKAS SEMBUH 🙂

Tanda dan Gejala Awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis

 

Referensi:
WebMD – Lung Disease & Respiratory Health / COPD
Mayo Clinic – Patient Care & Health Information / Diseases & Conditions / COPD

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Sering terkena paparan polusi bukan satu-satunya penyebab penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, lho. Masih ada faktor lainnya yang juga ikut meningkatkan risiko Anda.

PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis ini termasuk ke dalam penyakit yang dapat mengancam nyama. Pada tahun 2012 saja, ada lebih dari 3 juta orang yang meninggal karena penyakit ini.

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penanganan harus segera diberikan sebelum penyakit paru obstruktif kronis memicu kondisi yang lebih parah, termasuk kerusakan paru serius, kegagalan fungsi napas, sampai dengan gagal jantung.

Setidaknya, dengan Anda tahu penyebab dan juga faktor risikonya, Anda bisa melakukan pencegahan di awal.

Nah, di bawah ini telah kami rangkum beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena PPOK dari berbagai sumber kesehatan terpercaya. Apa saja? Berikut ulasannya.

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Seseorang yang sering terkena paparan polusi udara, termasuk asap kebakaran hutan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit paru obstruktif kronis.

Nah, selain polusi udara akibat asap pabrik, asap kebakaran, maupun asap dari kendaraan, masih ada faktor lain yang juga menjadi bagia dari penyebab PPOK. Beberapa diantaranya meliputi:

  • Rokok

Menurut asosiasi paru di Amerika, merokok menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena PPOK. Dikatakan bahwa perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar untuk menderita penyakit paru dari mereka yang tidak merokok.

Hal ini juga berlaku untuk perokok pasif yang sering terkena paparan asap rokok orang lain. Perlu Anda tahu, asap rokok yang terhirup perokok pasif mengandung tembakau yang terbakar dan asap yang dihembuskan perokok. Dua kali lipat lebih buruk, lho, efeknya.

  • Faktor lingkungan

Lingkungan Anda juga sedikit banyak ikut mempengaruhi risiko untuk terkena PPOK. Terpapar debu, asap, maupun bahan kimia (yang sering terkait dengan pekerjaan) dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

  • Penyakit paru lainnya

Memiliki penyakit tertentu, termasuk penyakit paru lainnya, seperti empisema dan bronkitis kronis juga dapat menyebabkan PPOK.

  • Faktor genetik

Kelainan genetik yang menyebabkan rendahnya kadar protein Alpha-1-antitrypsin (AAt) yang berfungsi untuk membantu melindungi paru-paru juga menjadi salah satu penyebab penyakit paru obstruktif kronis.

Faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena PPOK juga meliputi:

  • Usia. Risiko semakin meningkat pada seseorang dengan usia 40 tahun ke atas
  • Orang dengan asma yang merokok
  • Pentilasi udara yang buruk. Sehingga, meningkatkan risiko Anda terpapar asap dari pembakaran bahan bakar untuk memasak

Jika Anda kebetulan seorang perokok, sebaiknya mulai sekarang Anda mulai menguranginya sampai benar-benar bisa berhenti sepenuhnya. Mengunyah permen karet menjadi salah satu cara mudah berhenti merokok.

Anda juga bisa menekan risiko penyakit paru obstruktif kronis ini dengan menjalani gaya hidup sehat, misalnya tetap berolahraga dan menjaga asupan makanan yang akan Anda konsumsi. Anda sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Baca Juga : 

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis

 

Referensi:
American Lung Association – Lung Health and Diseases
Mayo Clinic – Diseases Conditions / COPD

Cara Mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronis Anak dan Dewasa

Penyakit PPOK dapat terjadi pada siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Inilah cara mengobati penyakit paru obstruktif kronis sampai sembuh dengan aman tanpa efek samping.

Penanganan harus segera diberikan karena penyakit paru obstruktif kronis ini bisa bertambah semakin parah apabila dibiarkan begitu saja. Apalagi, jika PPOK ini terjadi pada lansia, anak-anak, dan balita.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Apa saja penanganan PPOK yang harus dilakukan?

Dokter yang mendiagnosis Anda terkena penyakit paru obstruktif kronis akan memberikan beberapa resep obat yang harus dikonsumsi. Selain mengonsumsi obat yang diresepkan, Anda juga akan disarankan untuk:

  • Menghindari rokok dan juga paparan asapnya
  • Menghindari asap dan polusi udara. Salah satunya dengan menggunakan masker
  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang
  • Memasang alat pelembap udara ruangan (air humidifier)

Anda juga akan disarankan untuk tetap melakukan olahraga. Beberapa jenis olahraga memang bagus untuk kesehatan paru-paru, salah satunya adalah aerobik.

Nah, jika Anda ingin mengatasi PPOK dengan menggunakan bahan-bahan alami yang lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping, Anda bisa menggunakan Ekstrak Gamat Emas yang telah terbukti khasiatnya.

Cara Mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronis Secara Alami

Kami merekomendasikan Anda untuk menggunakan ekstrak gamat emas atau teripang emas ini karena kandungan yang ada di dalamnya memang sangat dibutuhkan untuk pemulihan penyakit PPOK ini.

Selain itu, khasiat dan manfaat teripang emas dalam mengobati berbagai gangguan paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis telah terbukti secara nyata.

Di bawah ini merupakan beberapa testimoni dari konsumen kami penderita gangguan paru-paru yang telah terbantu kesembuhannya setelah rutin mengonsumsi ekstrak gamat atau teripang emas.

Dengan pengonsumsian secara rutin dan teratur, penyakit paru obstruktif kronis yang Anda derita bisa teratasi sampai tuntas.

Kemampuan teripang atau gamat emas dalam mengatasi penyakit paru ini tidak lepas dari kandungan yang terdapat didalamnya, seperti:

  • Protein
  • Omega 3, 6, dan omega 9
  • Gamapeptide
  • Kolagen
  • Asam amino
  • Glucosamine
  • Beberapa jenis mineral dan vitamin
  • Saponin
  • Mukopolisakarida
  • Antiseptik alami
  • dan beberapa kandungan lainnya

Khasiat dan Manfaat

Kandungan di atas memiliki khasiat dan manfaat yang telah teruji secara klinis dan terbukti secara nyata. Kandungan di atas berkhasiat untuk:

  1. Mengatasi bakteri maupun mikroorganisme lainnya yang memperburuk PPOK yang Anda derita
  2. Melawan infeksi dan peradangan pada paru-paru Anda akibat penyakit paru obstruktif kronis yang Anda derita
  3. Mengurangi dan meringankan gejala yang muncul
  4. Memperbaiki kerusakan pada sel dan jaringan paru paru akibat PPOK
  5. Melancarkan aliran darah dan menjaga stabilitas tekanan darah
  6. Memelihara dan memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh

Dengan kandungan dan khasiat yang dimilikinya, membuat ekstrak gamat menjadi alternatif terbaik yang bisa Anda gunakan untuk mengobati penyakit obstruktif kronis yang Anda atau keluarga Anda lainnya derita sampai tuntas dengan aman tanpa efek samping.

Gamat Emas Kapsul ( WG-EK )

Anda bisa mendapatkan khasiat dan manfaat dari gamat atau teripang emas sebaga cara mengobati penyakit paru obstruktif kronis secara utuh dalam kemasan Gamat Emas Kapsul ( WG-EK ) yang telah terdaftar di BPOM : TR153385291.

Dilengkapi dengan Nano Technology yang mampu mengubah partikel menjadi seukuran nano meter. Sehingga, tubuh akan lebih mudah untuk menyerapnya, dan Anda bisa mendapatkan hasil pengobatan yang lebih optimal dan efektif cepat.

Cara Mengobati Penyakit Paru Obstruktif KronisHarga perbotol : Rp 305.000,- (100 kapsul)
Belum termasuk ongkos kirim
Cara Konsumsi : 2 x 2 kapsul sehari

PROMO : GRATIS ONGKOS KIRIM untuk setiap pembelian minimal 2 botol dengan mencantumkan kode “WG-EK” dalam setiap pemesanan gamat emas kapsul.

Pemesanan juga bisa dilakukan secara manual dengan cara mengirimkan SMS/WhatsApp dengan menggunakan FORMAT PESAN seperti berikut:

Ketik: “WG-EK” # jumlah pesannya # nama Anda # alamat lengkap tujuan pengiriman # no HP/Tlp

Kirimkan Ke:
081.323.044.111 ( Via SMS/WA )

Contoh pembelian 2 botol:
WG-EK # 2 botol # Sarah Adelina # Jl.Kapten P.Tendean – Garden Green Residence E-78 Bangka Belitung # 087.xxx.xxx

Kode pesan produknya “WG-EK” harus selalu Anda CANTUMKAN, ya!!

Kami akan mengirimkan pesanan Anda hari itu juga menggunakan JNE/POS/Tiki setelah proses pemesanan selesai. Nomor resi bukti obat telah dikirim akan kami informasikan melalui SMS/WA sesuai pertama Anda pesan.

Semoga, dengan melalui aryikel ini dan Gamat Emas Kapsul ( WG-EK ) kami bisa menjadi perantara untuk kesembuhan penyakit paru obstruktif kronis yang selama ini Anda derita.

Semoga Lekas Sembuh 🙂

Cara Mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronis Anak dan Dewasa